Sabtu, 29 November 2014

Bawakan Aku Edelweiss

Seikat saja, katamu
padahal kau jelas tahu
aku peracau di udara dingin
mengulang namamu sebanyak angin
seakan mantra pembawa hangat
merindu dekap sungguh sangat

Pun lututku jatuh di ketinggian
menyulap sendi semata hiasan
belulang rapuh perlahan ke tanah
menjabat debu begitu pongah

Lalu punggungku, sayang
entah kenapa membenci bumi
membawa segenap dada menuju tepi
apa yang sanggup kubawa pergi
sebatas tubuh dan seikat sunyi

Tapi kau sebut cintaku dalam titah
demi mahkotamu menjelma indah
juga perihal abadinya kita
kau ucap bahkan tanpa tanda tanya

"Edelweis itu di dinding tebing, Sayang."



Segara Anak - Plawangan Sembalun, 29 Oktober 2014

2 komentar:

  1. Pagibuta 1995 seorang gadis dipelukan kekasihnya entah hidup mati.
    Merbabu

    BalasHapus
  2. Pagibuta 1995 seorang gadis dipelukan kekasihnya entah hidup mati.
    Merbabu

    BalasHapus