Jumat, 30 Januari 2015

Kepada Manekin yang Masih Gelisah



Seharusnya kukirim ini seminggu lalu, setelah keningku tumpah di antara jumat dan sabtu yang gamang, sebab ternyata beberapa yang sempat melintas hari itu masih mengingat satu tanggal yang sepatutnya kaurayakan, kata mereka. 

Tapi, tidak, sebab di malam antara jumat dan sabtu itu aku sujud terlalu lama mengais petunjuk tentang yang sepantasnya ada di tumpukan ketiadaan kata, juga karena badai yang terlalu hebat menghantam musim tenangmu selama dua kala tepat di waktu aku harus menyapa segelas doa menjemput kamis yang puasa. 

Maafkan kealpaanku, kumohon.

Sudah kukatakan padamu untuk berhati-hati, Sayangku. Jatuh hati tak sesuka-cita itu setelah kau diporak-porandakan oleh kecewa yang teramat sungguh. Kau buat batas antara impian dan kenyataan, menimpa garis lurus yang kau torehkan berlapis-lapis sebagai peringatan; cukup sampai saat itu saja, pintaku. Saat ketika kau jatuh terlalu jatuh hingga duniamu seakan runtuh tepat di atas kepalamu yang dipenuhi satu nama. Aku bersedih, kau tahu itu. Aku menangisi malam-malam panjang ketika kantuk tak juga bertamu di matamu. Aku meratapi pagi-pagi suram ketika muram kerap bertemu dalam kopimu.

Betapa bandelnya dirimu, Manisku. Dengan sajak yang hanya seujung kuku, kau tak lagi menjejak tanah. Kau bermain dengan kata dan harapan, sementara episode-episode sebelumnya kau hanya penikmat lakon berjuta puisi tentang dia. Kau saksi mereka yang melihatmu dari luar kaca bening, berangkulan tiada geming. Kau sangsi pada hatimu yang batu, sebelum kau tahu jemarinya air yang akhirnya membuatmu benar-benar luluh.

Tapi, Cintaku, tenanglah. Aku punya seribu hiburan untukmu. Kita punya warna lipstik baru, cerahnya mengalahkan sendu musim buruk di belakangmu. Ada lusinan lagu yang dipinjamkan telinga temanku, kau tak akan pernah merasa sendiri. Juga beberapa buku, hadiah dari teman yang begitu baik. Pilih saja yang mana yang kau mau kudongengkan. Kurang? Baiklah. Kubisikkan kau rencana-rencana rahasia. Beberapa sempat kupindah-turunkan di daftar rencanaku tahun ini, demimu yang jatuh hati, tapi mari kita membuat urutan lagi. Tempat mana yang ingin lebih dulu kau kunjungi?

Jadi, berhentilah gelisah. Kasih memang selalu punya kisah, tapi kau akan selalu punya rumah. Untuk menidurkan segala lelah dan menetapkan hati pada satu arah.

Selamat ulang tahun seminggu yang lalu, Manekin-ku sayang...
 




Yang selalu ada di belakang bayanganmu,
@amy_awp

2 komentar: