"Kesamaan antara dua orang tidak membuat mereka berjodoh."
Siang itu biasa saja sebetulnya, sampai seorang sahabat membuat pernyataan lewat sambungan maya di rentang ribuan kilo.
"Kamu sama dia aja. Kalian banyak kesamaan. Sama sama suka nulis... blablabla."
Sebelumnya, sempat terjadi percakapan lain di antara saya dan sahabat lainnya. Ketika seseorang menyukaiku dan saya berkata bahwa saya takut jatuh kepadanya, ia membalasnya dengan sekian kata; tentang kami yang sama.
Kalimat "kita diciptakan beda beda, biar bisa saling melengkapi" ini sudah terlalu umum disampaikan ketika seseorang mengeluh tentang bagaimana orang yang dikenalnya begitu berbeda dalam beberapa hal. Tapi, untuk setiap perbedaan, mungkin akan dibayar mahal oleh yang acap mengalah. Sementara ego seseorang kadang membunuh hal yang sudah dibangun sejak lama. Atau ketika diskusi berubah menjadi debat dan tak berakhir dalam dekap, apa yang bisa diberi seorang kalap lewat pikiran yang terlanjur gelap? Sampai kemudian itu berakhir, yang tinggal semata sesal.
Dan tentang kesamaan, bagaimana jika sepuluh tahun kemudian tak ada lagi hal hal yang bisa dibagi, sebab dua orang yang telah saling mengetahui? Apa yang tersisa di jeda sebelum salah satu menarik selimut selain tempat tidur, pelukan, atau ciuman? Atau ketika cerita yang bisa ditukar tinggal tentang kenangan yang diperjualbelikan? Akhirnya, beda hanya perkara kelamin yang lain eja.
"Apa yang kucari adalah cerita... tentang segala catatan dalam kata, nada, dan jejak langkah. Tapi, Tuhan tahu yang kubutuhkan pada akhirnya adalah jannah."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar