Sabtu, 31 Januari 2015

(Akhirnya) Jatuh Cinta Lagi

Dear Fajar,

Dengan apa kuterjemahkan cara kita mengakhiri ini; satu kisah yang selalu tak mampu kuselesaikan dalam tiga bagian cerita bersambung, malah menghempasku pada dialog senja yang sialnya kemungkinan besar akan usai seiring malam-malam yang akhirnya berhasil meletupkan rindu yang api, menjemput pagi yang menjadikanmu abadi?

Bagaimana kubenarkan caraku yang akhirnya menggesermu dari tempat kau seharusnya tinggal, untuk sebuah tempat ia singgah, yang kuharap bisa menjadi rumah untuk mengeja pulang tanpa membawa ingatan soal kenangan yang begitu hujan?

Pada akhirnya, sialnya lagi, kau mungkin akan terus menjadi tak terganti sebab Januari begitu pancaroba dan ia perlahan sirna bersama berkas-berkas senja hari ini. Tapi, Fajar, berkorbanlah untuk membaca kembang api kami, yang meski mati sebab hujan sehari, tangkainya masih kupegang sampai kini. Dua puluh delapan hari saja, Fajar. Dan aku akan mencintainya hingga entah hari ke berapa.

3 komentar: