Aku khawatir
pada mataku
Ia tak lagi
menjumpaimu
dalam dua
retina yang memalu;
Sebuah hulu
yang bermuara pada ragu
Aku khawatir
pada telingaku
Ia tak lagi
menyimakmu
dalam sendu
lagu-lagu
tentang
cinta dan rindu
Aku khawatir
pada mulutku
Ia takut
pada sebuah kaku
ketika yang
kuucap harus namamu
dalam
serakahnya doa di awal subuh
Aku khawatir
pada hidungku
Ia yang
mulai terbiasa pada bau
rindu di
awal minggu
Yang tak
habis hingga sabtu
Aku khawatir
pada kulitku
Meranggas
tanpa kamu
dan sepaket
peluk
di malam
rabu
Aku khawatir
pada aku
Sekarat di
ujung waktu
ketika kata
berlomba keluar dari saku
Lalu
berserakan di lantai, jatuh
Aku khawatir
pada hatiku
sakitnya
menghunjam sampai ke ulu
saat yang
kulihat hanya punggungmu
ternyata aku baik-baik saja... ketika itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar